Content - Social Distancing not only Keeping Us Healthy but also Healing The Planet

How “Social Distancing” During Coronavirus Pandemic

Not only keeping Us healthy but also Healing the Planet

By Digital Marketing Team TMLEnergy
March 23, 2020


Penyebaran virus COVID-19 yang telah diumumkan oleh WHO menjadi pandemic global saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Dengan jumlah korban meninggal akibat virus Corona secara global telah melebihi 10 ribu orang dan telah menyebar ke lebih dari 160 negara. Diperkirakan nyaris 250 ribu orang terinfeksi virus Corona secara global.

Demikian juga di Indonesia karena adanya sebaran virus corona (Covid-19) belakangan ini sudah semakin besar, yaitu dengan banyaknya warga yang terjangkit, menyebabkan pemerintah mengambil langkah social distancing untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Social distancing yang dianjurkan oleh Presiden Joko Widodo adalah dengan belajar, bekerja dan beribadah dari rumah. Sejak dikeluarkannya aturan ini, banyak kantor yang mewajibkan karyawannya untuk melakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Ternyata hal ini secara langsung memberikan dampak positif terhadap lingkungan seperti berkurangnya polusi yang dihasilkan dari kendaraan bermotor dan kegiatan produksi perusahaan yang menghasilkan polusi (pabrik). Sebagai contoh di kota asal COVID-19, Wuhan, berdasarkan data dari citra satelit NASA yang membandingkan tingkat NO2 atau gas beracun, mengalami penurunan selama pemerintah menerapkan sistem lockdown.

The importance of keeping our planet safe to live on

Marshall Burke, seorang Earth System Professor, mengatakan bahwa dalam dua (2) bulan berkurangnya polusi di Cina, sudah sama dengan menyelamatkan nyawa 4,000 anak-anak dibawah usia lima (5) tahun dan 73,000 orang tua diatas usia 70 tahun.  Walaupun masih berupa asumsi, Burke menyatakan bahwa nyawa yang diselamatkan akibat berkurangnya polusi sebesar 20 kali lipat lebih banyak daripada nyawa yang hilang akibat virus tersebut. Adapun hal serupa terjadi di Po Valley, bagian utara Itali, dampak dari lockdown di Itali mengakibatkan berkurangnya aktivitas kendaraan bermotor dan kegiatan industri.

Berdasarkan Centre for Research on Energy and Clean Air, kematian akibat polusi udara menurun secara global. Penurunan polusi udara selama lebih dari satu (1) bulan ini memiliki arti bahwa lebih dari 10,000 kematian akibat pencemaran udara dapat dihindari. Hal ini bukan berarti bahwa kejadian pandemik virus ini baik, namun hal ini membuktikan bahwa ancaman-ancaman kesehatan yang dihasilkan dari polusi udara selama ini hampir tidak kita sadari.

Direktur dari The Hugo Observatory, François Gemenne, mengatakan bahwa 48,000 orang meninggal setiap tahunnya akibat dari polusi udara dan bahkan hingga lebih dari satu (1) juta orang di Cina. Peneliti-peneliti memperkirakan angka kematian akibat polusi udara di U.S. lebih dari 100,000 per tahun, dan WHO (World Health Organization) memperkirakan angka kematian secara global adalah tujuh (7) juta jiwa per tahun.

Kesadaran manusia untuk mengurangi polusi sangat dibutuhkan karena ketika manusia masih menggunakan energi konvensional dalam aktivitasnya, maka selama itu juga polusi akan selalu dihasilkan ke lingkungan. Sebagai contoh di Negara Cina, ketika sistem lockdown diberlakukan, maka terjadi penurunan polusi udara yang sangat drastis. Namun ketika Negara Cina membuka kembali aktivitas industri dan lainnya, maka langsung terlihat kenaikan polusi udara yang terus bertambah. Padahal beberapa ahli mengatakan udara berpolusi dapat memperburuk penyebaran dan pendenderita COVID-19 (John Balmes, juru bicara the American Lung Association, mengatakan pada The Washington Post)

Demikian, bahkan ketika orang tidak dapat mendapatkan pelajaran, dan melanjutkan kehidupan sehari-harinya dan tetap mengeluarkan CO2 untuk aktifitasnya seperti sebelumnya, dunia tidak akan pernah berada di kondisi lebih baik.

Sudah saatnya kita merubah pola hidup kita, beralih menggunakan segala hal yang ramah terhadap lingkungan, termasuk menggunakan energi terbarukan untuk masa depan yang lebih baik.

Diambil dari beberapa sumber:

McMahon, 2020 (Study: Coronavirus Lockdown Likely Saved 77,000 Lives In China Just By Reducing Pollution)

McMahon, 2020 (Coronavirus Lockdown May Save More Lives By Preventing Pollution Than By Preventing Infection)