Content - Musyawarah Nasional Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) I, Memantapkan Langkah Pengembangan Pemanfaatan Energi Surya di Indonesia

Asosiasi Energi Surya Indonesia atau AESI merupakan organisasi yang dibentuk untuk mengembangkan subjek energi terbarukan di Indonesia yang mengkhususkan pada bidang energi surya. Dengan melihat realita bahwa energi surya merupakan subjek dalam energi terbarukan yang paling tertinggal diibanding bidang-bidang lainnya. Namun melihat bahwa trend dunia global, khususnya di bidang energi sedang terjadi sebuah transisi dari era fosil menuju era silicon. Transisi ini ditandai dengan beralihnya pemanfaatan sumber energi konvensional atau fosil ke sumber-sumber energi berteknologi tinggi yang ramah lingkungan.

Pada hari Kamis, tanggal 25 Januari 2018, AESI telah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) ke I di Gedung Sarula, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta Pusat. TMLEnergy berkesempatan untuk turut serta dalam mempersiapkan acara Munas ke-I AESI tersebut. Munas ke I AESI ini didukung oleh beberapa lembaga pemerintahan seperti Kementrian ESDM, Kementrian Perindustrian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Terpencil, serta berbagai stakeholder baik swasta, BUMN, maupun individu yang terkait dengan bidang energi surya di Indonesia.

Munas dibuka dengan sambutan oleh penggagas AESI, Bapak Luluk Sumiarso dilanjutkan dengan sambutan dari Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementrian ESDM, Bapak Rida Mulyana sebagai perwakilan Menteri ESDM. Dalam kedua sambutan itu digarisbawahi bahwa AESI akan berkonsolidasi untuk bersama-sama mendukung pencapaian target kebijakan energi nasional dalam rangka mewujudkan energi berkeadilan hingga pelosok negeri.

Acara dilanjutkan dengan peluncuran portal Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA). GNSSA merupakan salah satu program yang ditandatangani oleh 14 institusi dengan misi memasang satu juta sistem photovoltaic di atap rumah, pabrik, rumah ibadah, dan atap bangunan lain yang cocok untuk dipasang energi surya. Portal GGNSA ini merupakan salah satu tugas AESI yang berfungsi sebagai instrumen untuk menghubungkan stakeholder dan referensi informasi yang reliable untuk digunakan oleh publik terkait teknologi energi surya. Portal GGNSA dapat dikunjungi pada alamat website: sejutasuryaatap.com.

Selain peluncuran portal GNSSA, Munas diisi dengan presentasi pameran Indosolar. Indosolar merupakan sebuah rangkaian pameran bersakala internasional yang menampilkan suplai produk, teknologi, dan jasa di sektor industri energi terbarukan khususnya teknologi photovoltaic dan solar-thermal dengan AESI sebagai host dari kegiatan tersebut. Indosolar direncakan akan dilaksanankan pada tanggal 11 – 13 Juli 2018, di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta dengan target potensial pengunjung mencapai 6000 orang baik  dari dalam dan luar negeri.

Rangkaian acara Munas dilanjutkan dengan acara inti Munas ke I AESI. Acara inti dipimpin oleh pimpinan sidang Munas: Bapak Bambang Sumaryo, Bapak Oo Abdul Rosyid, dan Bapak M A M Oktaufik. Rangkaian inti acara terdiri dari: Laporan Pengurus AESI 2016 – 2018, Perancangan AD/ART, dan Pembahasan Program Kerja 2018 -2020. Pada Pembahasan Program Kerja AESI 2018 – 2020 dilakukan juga pemilihan Ketua Umum, Ketua Dewan Pembina, dan Ketua Dewan Pakar AESI. Sidang menyutujui hasil pemilihan sebagai berikut:

Ketua Umum AESI: Bapak Andhika Prastawa

Ketua Dewan Pembina AESI: Bapak Luluk Sumiarso

Ketua Dewan Pakar AESI: Bapak Nur Pamudji

Selanjutnya acacara ditutup dengan sambutan dari masing-masing ketua terpilih.

Dengan telah ditetapkannya badan pengurus AESI 2018 – 2020 ini diharapkan pengembangan pemanfaatn energy surya di Indonesia semakin terpetakan dengan jelas. Serta semakin luasnya kesadaran masyarakat di tanah air untuk meanfaatkan sumber energi hijau sebagai sumber penyediaan energi.

We can make the WORLD a better place TOGETHER